Menyeruak ke sela-sela nadi, lalu pergi.
Menembus sistem saraf pusat, namun ditolak mentah oleh sistem saraf perifer.
Mengakui 5 persen kesadaran, sementara lebihnya hanya acuh tak tersentuh.
Raga pergi.
Jiwa sepi sendiri.
Hati mati terhenti.
Mengingat yang pergi tanpa kembali.
Waktu berbatas.
Membawamu mengudara bebas.
Berbaur lepas.
Melintasi jutaan atlas.
Dermaga tanpa rona.
Gelap gulita seusai senja.
Kapal bersandar ditepian.
Awan mendung tanpa hujan.
Rindu serangkaian.
Dikebumikan kemudian.
Habis terkuras.
Lekas berbekas.
Sudah setengah abad usiamu -seharusnya-.
Ini tahun ke-enam setelah kepergianmu -selamanya-.
Dibatas pertemuan,
Rinduku dalam kerelaan.
Dibatas pertemuan,
Senyumku dalam kelegaan.
Dibatas pertemuan,
Bahagiaku dalam keikhlasan.
Hujan disini.
Dalam rinainya aku hanya menikmati.
Bintang akan tetap menjadi bintang tanpa perlu dimaknai.
Terimakasih.
Kau (sempat) hadir mewarnai duniaku.
Pengeluh sepertiku slalu terinspirasi karenamu.
Dibatas pertemuan,
Selamat ulang tahun, Raf.
Dalam dimensi yang berbeda.
Semoga kamu selalu bahagia disana.
26 Juli 2016,
kerinduan dibatas pertemuan.
