Selasa, 25 September 2012

Bahagia itu Sederhanaa

Proses.. yaa hidup itu seperti sebuah proses.. Seperti layaknya kita mengambil sebuah kertas kosong ketika ingin menggambar, ya seperti itulah ketika kita dilahirkan di dunia. Masih putih, bersih, dan polos. Ketika kita memulai untuk mengambil garis tepi di pinggiran kertas, ya seperti itulah ketika pertama kali kita diusap, menangis dipangkuan, berusaha memanggil "papaa", "bundaa" atau disaat dimana kita mulai merangkak dan mulai untuk berjalan. Angka tiga, ya disitulah ketika kita pertama kali memulai untuk menggambar, memulai untuk menarik suatu garis baru, yang membentuk sebuah segi segi yang tak beraturan, bahkan mungkin berantakan.
 Terlintas dibenak saat itu tepat setelahnya, ya pemandangan. gak jauh dengan lengkungan dua setengah lingkaran yang ditarik dari kiri ke kanan dan diperpadukan dengan garis lurus dibawahnya, bentukan huruf "V" dipojokan kiri hingga ke tengah, sebuah jajargenjang berdiri 90 derajat ke atas, dan dilengkapi dengan perpaduan antara segitiga, persegi, dan persegi panjang dipojokan kanan. Ya, disitulah sebuah proses, dimana disetiap kepala biasanya masih sama, memprioritaskan sedikit warna, mungkin hijau, biru, dan atau coklat.
Sedikit lagi mendaki ke atas, tarikan garis yang awalnya lurus, melengkung sedikit, kini mulai merubah pola menjadi sebuah bentuk, entah pot, entah bunga, atau apalah. Dimana warna yang kita pakai semakin beragam. merah, kuning, atau yellow. Sepertinya, disaat itulah teliti kita akan sedikit dimainkan. Ya proses itu akan semakin dekat dengan "liku".
 Selanjutnya wajah, ya mungkin diproses ini, gambar itulah yang akan kita buat. Dengan konsentrasi yang nampaknya cukup menguras lajurnya logika. Semakin berliku? iya memang. Ditambah lagi ketika kita harus membuat mata, hidung, mulut, dagu, yang semuanya harus diharmonisasikan semaksimal mungkin untuk mendapatkan perpaduan terbaiknya. Ya disinilah kita mencari, mencari suatu hal yang mungkin lebih familiarnya kita sebut  "jati diri". ya mungkin.. ya memang baru mungkin.
Yang aku pahami adalah, hidup itu tidak semudah seperti saat kita membuat garis lurus. Terkadang 'berliku' itu asik, dan bakal ngebuat hidup kita semakin menarik. Sulit, rumit, iya memang. tapi ketika kita mampu untuk membentuk struktur terbaik dalam langkah kita, aku yakin kita gak bakal kalah sama keadaan. pahami, hidup ini keras bung ! Ketika kita mengalah sama keadaan, maka dunia akan semakin menindasmu. Dan sebaliknya, ketika kita mampu melawan, maka dunia akan semakin menantangmu. So, pilihan memang ada ditanganmu, pilih menyerah dan kalah atau berjuang dan menang?
Mungkin melakukan memang tak segampang ketika kita berbicara, tapi sarannya cuma satu, nikmati semuanya apapun yang terjadi dihidupmu! Naik turun itu wajar, tapi berusahalah menemukan mana "lika-liku" terbaik yang menyempurnakan "wajah" yang kita gambar.
Kuncinya satu, tetap berusahalah melakukan yang terbaik, tidak peduli seberapa keras ombak itu menghantammu, dan mengganggu kokohnya karangmu. Karna yakinlah, kamu lebih kuat dari apapun yang menghancurkanmu. Karna satu hal, Allah tidak pernah tidur, dan Dia akan selalu Melihatmu, Mendengarmu ratapanmu, dan Meridhoi positifmu. Mereka tidak mengerti kamu melebihi diri kamu sendiri. Jadi berbahagialah dengan caramu sendiri, bersama binar-binar yang mampu menerangi langkahmu. yaa karna.. bahagia itu sederhana.




-gyotrtyn myall-

Jumat, 21 September 2012

Bianglala

Rasanyaa aku ingin menghentikan putaran bianglala itu, dimana saat itu kita sedang berjalan beriringan, melangkahkan kaki kita searah, sejajar dengan waktu. Apakah kau lihat? Aku tersudut, menepi dari banyaknya bintang. Hanya satu yang dihadapanku, yang membuat aku terpusat dan terus memfokuskan pandanganku. yaa, itu kamu. Dan mungkin, memang cuma ada kamu.
Kau muncul sebagai anganku, yang selalu ingin untuk ku gapai. Namun, sepertinya para sang dewi angin lebih kencang membawamu terbang, pergi meninggalkan setumpukan debu yang tak mampu tertiup oleh sembulan nafas dari bibirku. Nafas ini terlalu berat untuk membiarkannya menghilang, turut pergi bersamamu.
Ingin rasanya aku mengikatmu, memborgolmu dengan rantai baja yang tak mungkin terlepaskan. namun.. kau begitu jauh, begitu tinggi, dan begitu lepas. Sekuat dan sekeras apapun aku mencoba menggapai sayapmu, ragamu tetap saja meninggalkanku.
Aku coba menelusuri rangkaian kisahmu, mencoba setia menjadi bayanganmu. tetapi, langkahmu terlalu cepat untuk ku ikuti. Ingin aku menyerah, tersandung oleh jejarum tajammu. Tertusuk lunglai dan berbadai. yaa.. hujan itu begitu deras menghampiri laraku. Jejakmu begitu dalam untuk kutinggalkan. Kau begitu padat, hingga tak menyisakan ruang sedikitpun untuk lengah meninggalkanmu.
Nampaknya aku seperti tulang rusuk yang tak berbadan, mencari-cari kemana tubuhku pergi. yaa.. Andai aku memang bisa, aku benar-benar ingin menghentikan bianglala itu.. Tepat disaat kau menggegam tanganku, dan berjanji "aku akan tetap disini, jangan takut."

Mimpi termanisku saat ini adalah.. kau membawaku kembali ke puncak itu, dan kembali menggenggamku. Cuma itu (mungkin) yang bisa mengembalikan senyumku kali ini. tentang kita, tentang cinta, dan aku sangat sangat merindukanmu mon.. di bianglalaa itu.. MR.

Jumat, 10 Februari 2012

Cerita Kita Sahabat ! :)


Kawan dengarlah satu cerita tentang kita,
Saat mulai beranjak dewasa,
Kita selalu semangat dan tertawa.
Kawan, ada juga cerita tentang cinta,
Yang membuat kita terluka,
Tapi terkadang juga membuat kita bahagia.
Macam-macam kejadian yang pernah kita rasakan,
Jangan pernah dijadikan sebuah alasan,
Untuk membuat kita rapuh dan rentan.
Tersenyum dan tertawalah kawan,
Selagi bintang masih kan bersinar.
Gembira dan bersemangatlah kawan,
Walau kita hidup tak slalu benar.
Ceritakanlah suka dukamu kawan,
Dan dengarkanlah ceritaku juga. 
Mari kita menyongsong jingga bersama.
"Memang tak ada yang sempurna.
Maka hiasilah dengan canda dan tawa”
 

                                      *Foryouall mybestfriend*