Ini adalah kisah dimana masa jingga telah menjelma cantik dibalik bebiruan.
Ketika yang terlampau sosok gelap kelam namun tak pernah teringinkan.
Yang selalu membiaskan ambigu diantara setiap alasan namun tak pernah tersampaikan.
Yang menimbulkan sayat namun tak pernah terlihat.
Yang menganugrahkan sebuah ulasan yang tak perlu untuk dibalaskan.
Apakah harus terlarut oleh angin?
Bahkan dengan mengabaikannya pun tetap masih di dalam satu ruang yang sama.
Sedangkan di angkasa lain masih ada seceruput asa yang ingin membawa kita terbang jauh dan tak terbatas.
Di samudra yang tak berlapis, atau di langit bertingkat yang tak terpancar.
Dengan sebuah mekar yang tak memiliki kuncup.
Hanya membutuhkan ujung terkecil dan manis untuk melingkupiku dengan hangatnya.
Dengan diagnosa yang tak pernah disadari.
Dengan simulasi drama dari Yang Maha Canggih.
Lalu menebarkan irama perpaduannya dengan ritme yang tak pernah datar.
Namun menghadirkan sejuta ramuan sukma yang tak pernah enggan untuk dipesonakan.
Mawar mekar dan layu tak sesuai dengan musimnya.
Dengan peradaban yang nampaknya bersikukan namun tetap berotasi.
Inilah tentang sebuah memori yang mengabdikan masa ditengah zona waktu yang terlarang.
Kuhempaskan keseluruhan tinggi lirikku.
Lantas kuhaturkan tentang candunya nafasku untuk tetap beriring dan searah dengan nadinya.
Dengan sebuah sadah yang tak pernah terangankan.
Namun tetaplah terindahkan.
Dibalik senjaku,
Yang terarahkan menuju jinggamu.
Dan dengan puncak kita diakhir perujungan.
Mbel.
Jumat, 30 Agustus 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
