Apa yang orang dapatkan dari sebuah pencapaian?
Apakah rasa bangga?
Apakah rasa hormat?
Apakah rasa puas?
Apakah rasa menang?
Ataukah rasa syukur?
Banyak orang berlomba-lomba; bertarung; mempertaruhkan seluruh tenaga, waktu, pikiran; untuk apa? untuk harga diri -kebanyakan-.
Mengapa terkadang orang lebih ingin mencapai keberhasilan, kesuksesan? Apakah dari pencapaian itu ia akan bisa bahagia, lega?
Sampai pada titik teratas pun, manusia tidak akan pernah puas dan akan selalu berusaha untuk mendapatkan yang lebih dari apa yang telah ia dapatkan. Dapat membuktikan bahwa ia yang paling bersinar, bahwa ia yang paling terlihat. Bahwa menerima dan memahami akan menjadi nomor kesekian dari suatu pencapaian.
Itulah alasan kenapa aku sangat mengagumi bianglala, karena bianglala membuatku tidak akan lupa bahwa ketika kita diatas pun kita bisa dengan mudah untuk turun, kembali ke titik terbawah. Menolak lupa bahwa saat berada di titik teratas pun, ada orang lain yang sedang menunggu giliran untuk mulai naik keatas. Bergantian, silih berganti.
Seseorang datang dan pergi, membawa warna dan kelabunya sendiri. Saat dititik terbawah selalu ada sebuah keoptimisan bahwa ada kalanya kita akan naik keatas, bahwa ada orang-orang hebat yang akan membawamu turut serta, atau orang-orang baik yang akan membantumu untuk bangkit, ataupun dirimu sendiri yang dengan kokohnya pertahanan akan merangkak hingga berlari menuju titik pencapaianmu sendiri.
Bahwa definisi pencapaian setiap orangnya adalah berbeda. Begitupun juga dengan proses menujunya, berbeda, dan tidak akan pernah bisa sama.
Istiqitsi- Malang, 13 Januari 2016, 23.47, sebuah pencapaian~
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Jumat, 13 Januari 2017
Posts by : Admin
Senin, 01 Agustus 2016
Posts by : Admin
Bahagia dengan Membahagiakan
Saudaraku,
kebahagiaan kita terletak pada seberapa besar kita memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Dengan memberikan kebahagiaan kepada orang lain (terlebih keluarga dan orang-orang disekitar), maka kita akan mendapatkan balasan kebahagiaan kita sendiri.
Oleh karenanya Saudaraku,
sebarkanlah aura positif, teruslah berbuat kebaikan, perbanyaklah bersyukur, buanglah sifat pamrih,
dan terakhir,
Jangan lupa bahagia!
Kamis, 28 Juli 2016
Posts by : Admin
Berbagi Motivasi
Dikutip dari Buku Karya Ausberg 49 tahun, yang berjudul "THE LAST LECTURE" (Pengajaran Terakhir). Dimana buku tersebut menjadi salah satu buku best-seller di tahun 2007.
Buku The Last Lecture isinya membahas tentang, KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA MENJADI LEBIH BAIK, yaitu yang terdiri atas :
A. Personality
B. Community
C. Life
Berikut penjelasannya, check it out!
Pertama tentang kepribadian diri (PERSONALITY) :
1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.
2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif
3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.
4. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.
5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk bergosip.
6. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat Anda tertidur).
7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.
8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.
9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci.
10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak menganggu masa ini.
11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.
12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat bertahan seumur hidup.
13. Tersenyumlah dan tertawalah.
14. Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan, belajarlah untuk ikhlas.
Kedua membahas tentang bermasyarakat (COMMUNITY) :
15. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin.
16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik untuk orang lain.
17. Maafkan setiap orang untuk segala hal.
18. Cobalah untuk menghabiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.
19. Cobalah untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.
20. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.
21. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik.
Ketiga berbicara tentang kehidupan (LIFE) :
22. Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.
23. Sadarilah bahwa Tuhan menyembuhkan segala sesuatu.
24. Lakukan hal yang benar.
25. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah jika Anda mau berusaha lebih keras.
26. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!
27. Yang terbaik mungkin belumlah tiba, tapi PASTI akan tiba pada waktunya.
28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau menyedihkan.
29. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterimakasihlah pada Tuhan untuk hidup yang telah Anda lewati. Berterimakasihlah lebih banyak, bersyukurlah dalam segala hal.
30. Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bahagia. So, always be happy fellas!
Pengetahuan ini tidak akan memperkaya kita dengan harta, namun pengetahuan ini akan memperkaya ilmu pengetahuan kita, dan semoga juga bisa bermanfaat untuk orang lain disekitar kita.
"Sebarkanlah kebaikan, maka kebaikan yang sama juga akan terus mengikutimu."
Buku The Last Lecture isinya membahas tentang, KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA MENJADI LEBIH BAIK, yaitu yang terdiri atas :
A. Personality
B. Community
C. Life
Berikut penjelasannya, check it out!
Pertama tentang kepribadian diri (PERSONALITY) :
1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.
2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif
3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.
4. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.
5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk bergosip.
6. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat Anda tertidur).
7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.
8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.
9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci.
10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak menganggu masa ini.
11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.
12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat bertahan seumur hidup.
13. Tersenyumlah dan tertawalah.
14. Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan, belajarlah untuk ikhlas.
Kedua membahas tentang bermasyarakat (COMMUNITY) :
15. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin.
16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik untuk orang lain.
17. Maafkan setiap orang untuk segala hal.
18. Cobalah untuk menghabiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.
19. Cobalah untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.
20. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.
21. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik.
Ketiga berbicara tentang kehidupan (LIFE) :
22. Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.
23. Sadarilah bahwa Tuhan menyembuhkan segala sesuatu.
24. Lakukan hal yang benar.
25. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah jika Anda mau berusaha lebih keras.
26. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!
27. Yang terbaik mungkin belumlah tiba, tapi PASTI akan tiba pada waktunya.
28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau menyedihkan.
29. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterimakasihlah pada Tuhan untuk hidup yang telah Anda lewati. Berterimakasihlah lebih banyak, bersyukurlah dalam segala hal.
30. Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bahagia. So, always be happy fellas!
Pengetahuan ini tidak akan memperkaya kita dengan harta, namun pengetahuan ini akan memperkaya ilmu pengetahuan kita, dan semoga juga bisa bermanfaat untuk orang lain disekitar kita.
"Sebarkanlah kebaikan, maka kebaikan yang sama juga akan terus mengikutimu."
-istiqitsi
Selasa, 26 Juli 2016
Posts by : Admin
Dibatas Pertemuan
Ada rindu yang datang diam-diam, lalu menghilang.
Menyeruak ke sela-sela nadi, lalu pergi.
Menembus sistem saraf pusat, namun ditolak mentah oleh sistem saraf perifer.
Mengakui 5 persen kesadaran, sementara lebihnya hanya acuh tak tersentuh.
Raga pergi.
Jiwa sepi sendiri.
Hati mati terhenti.
Mengingat yang pergi tanpa kembali.
Waktu berbatas.
Membawamu mengudara bebas.
Berbaur lepas.
Melintasi jutaan atlas.
Dermaga tanpa rona.
Gelap gulita seusai senja.
Kapal bersandar ditepian.
Awan mendung tanpa hujan.
Rindu serangkaian.
Dikebumikan kemudian.
Habis terkuras.
Lekas berbekas.
Sudah setengah abad usiamu -seharusnya-.
Ini tahun ke-enam setelah kepergianmu -selamanya-.
Dibatas pertemuan,
Rinduku dalam kerelaan.
Dibatas pertemuan,
Senyumku dalam kelegaan.
Dibatas pertemuan,
Bahagiaku dalam keikhlasan.
Hujan disini.
Dalam rinainya aku hanya menikmati.
Bintang akan tetap menjadi bintang tanpa perlu dimaknai.
Terimakasih.
Kau (sempat) hadir mewarnai duniaku.
Pengeluh sepertiku slalu terinspirasi karenamu.
Dibatas pertemuan,
Selamat ulang tahun, Raf.
Dalam dimensi yang berbeda.
Semoga kamu selalu bahagia disana.
Menyeruak ke sela-sela nadi, lalu pergi.
Menembus sistem saraf pusat, namun ditolak mentah oleh sistem saraf perifer.
Mengakui 5 persen kesadaran, sementara lebihnya hanya acuh tak tersentuh.
Raga pergi.
Jiwa sepi sendiri.
Hati mati terhenti.
Mengingat yang pergi tanpa kembali.
Waktu berbatas.
Membawamu mengudara bebas.
Berbaur lepas.
Melintasi jutaan atlas.
Dermaga tanpa rona.
Gelap gulita seusai senja.
Kapal bersandar ditepian.
Awan mendung tanpa hujan.
Rindu serangkaian.
Dikebumikan kemudian.
Habis terkuras.
Lekas berbekas.
Sudah setengah abad usiamu -seharusnya-.
Ini tahun ke-enam setelah kepergianmu -selamanya-.
Dibatas pertemuan,
Rinduku dalam kerelaan.
Dibatas pertemuan,
Senyumku dalam kelegaan.
Dibatas pertemuan,
Bahagiaku dalam keikhlasan.
Hujan disini.
Dalam rinainya aku hanya menikmati.
Bintang akan tetap menjadi bintang tanpa perlu dimaknai.
Terimakasih.
Kau (sempat) hadir mewarnai duniaku.
Pengeluh sepertiku slalu terinspirasi karenamu.
Dibatas pertemuan,
Selamat ulang tahun, Raf.
Dalam dimensi yang berbeda.
Semoga kamu selalu bahagia disana.
26 Juli 2016,
kerinduan dibatas pertemuan.
Senin, 25 Juli 2016
Posts by : Admin
Cinta yang Sempurna
"Mencintai manusia seperlunya, mencintai Allah sepenuhnya."
Banyak orang yang salah kaprah dengan makna "cinta" yang sedang mereka jalani, seakan-akan selalu "mendewakan" cinta tanpa memahami maksudnya. Menyerahkan keseluruhan rasa tanpa mendalami tujuannya. Mempertaruhkan separuh (seluruh) waktu hidupnya hanya dengan harapan akan mendapatkan cinta yang sempurna. Tidak banyak orang yang mengerti tentang makna cinta yang hakiki, mungkin termasuk juga denganku. Aku pun juga sama, merasa bahwa cinta adalah segalanya. Hingga tanpa sadar dalam setiap waktu kehidupanku hanya diperdaya oleh cinta.
Sering terbersit dalam pemikiran tentang konsep "cinta yang sempurna", namun dalam kenyataannya justru malah "cinta yang salah" yang kudapatkan. Terjebak dalam rasa yang selalu dipenuhi dengan gundah, gelisah. Cinta yang hanya membahagiakan sesaat, selebihnya hanya menibulkan kekecewaan yang berakhir dengan luka dalam jangka waktu yang bisa terbilang lama masa pemulihnya. Karena cinta, kita sering merasa dijadikan sebagai "korban". Korban perasaan yang nantinya membuat kita jadi baper (bawa perasaan), mengaitkan kesemuanya menjadi "atas nama cinta". Menangis karna cinta, tertawa karna cinta, terluka karna cinta, bahagia pun (seakan-akan) karna cinta.
Kita banyak mengingat hal-hal penting tentang cinta, namun sebaliknya kita sering lupa atau sengaja melupakan Sang Maha Pemberi Cinta itu sendiri. Sadar tidak? Kita hanya akan mengingat Allah ketika sedang dilanda masalah, selebihnya, rasa syukur hilang entah kemana ketika kita sedang bahagia. Bukan hanya itu, terkadang ketika sedang dalam masalah pun, kita justru su'udzon kepada Allah dan menyalahkan orang lain. Dengan pintarnya kita selalu mengoreksi orang lain tanpa mengintrospeksi diri sendiri. Mengeluh tiada henti tanpa menyadari bahwa sumber masalahnya adalah dari diri kita sendiri. Kita mempercayai seseorang, mempertaruhkan seluruh rasa percaya itu kepada orang yang bahkan belum tentu bisa dipercaya. Kita mengagungkan seseorang yang kita anggap bisa menolong kita dalam setiap situasi kehidupan. Kita lupa bahwa mereka pun juga sama seperti kita, sama-sama mahluk yang berasal dari tanah, dan nantinya juga akan kembali ke tanah.
Salah seorang Sahabat Rasulullah, Ali bin Abi Thalib, mengatakan, "Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup, dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia". Lalu untuk apa kita masih berharap lebih kepada manusia yang notabenenya juga sama seperti kita? Oleh karenanya ingatlah, bahwa hanya Allah Sang Maha Penolong, hanya Allah Sang Maha Pelindung, hanya Allah Sang Maha dari segala Maha di Bumi dan seluruh jagad raya ini. Kitapun juga milik Allah, yang (sedang) dipinjami raga untuk hidup, yang diberikan keleluasaan untuk memilih kearah mana kita akan menuju nantinya.
Saudaraku, bangkit dan berjuanglah dengan cara kita masing-masing tanpa harus menyingkirkan orang lain, majulah tanpa harus mematahkan semangat yang lainnya. Jika kita merasa dijatuhkan, maka berdirilah. Jika kita merasa dibenci, maka bersyukurlah. Ingatlah, pohon mangga yang dilempari tahi sapi akan tumbuh jauh lebih subur, kenapa? Karena kita dapat menjadikan tahi sapi tersebut sebagai pupuk untuk membuat "pohon" kita berbuah lebih banyak. Bahkan akan lebih baik lagi jika kita bisa membagi "buah" tersebut dengan cara yang manis kepadanya yang melemparkan tahi sapi itu ke kita, ungkapkanlah rasa terimakasih, karenanya kita bisa tumbuh subur menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Saudaraku, kita punya hak dan kewajiban yang sama dalam berpijak di dunia ini. Silahkan berlomba sekuat kemampuan yang kita miliki, namun berkompetisi dalam hal kebaikan adalah yang terbaik. Jangan menyerah! Selamat berjuang! Karena pada akhirnya nanti, hanya Allah-lah yang berhak mengadili. Percayakan kepada Allah seluruh rasa cinta dan kepercayaan kita, karena Allah akan memberikan kita yang terbaik, dan tidak akan pernah mengecewakan. Maka percayalah.
Minggu, 15 Maret 2015
Posts by : Admin
MOTIVASI DIRI
...Bismillahirrahmanirrahim...
Wahai Kawanku,
Hari mari kita panjatkan syukur yang besar kepada Sang Pencipta.
Karena atas keberkahan yang ia berikan, yang luar biasa banyaknya.
Ia berikan kita hidup yang layak.
Ia berikan kita kesehatan dan kerangka tubuh yang lengkap.
Ia berikan kita keluarga yang baik.
Ia berikan kita sahabat dan lingkungan hidup yang positif.
Dan ia berikan semua apa yang kita butuhkan.
Lalu apa yang membuat kita masih banyak mengeluh hingga saat ini?
Kegagalan kah?
Ketidak-beruntungan kah?
atau hidup yang tak sebaik dengan apa yang kita harapkan?
Iya memang. Hidup memang tak semudah seperti kita membolak-balikkan telapak tangan ataupun membuat garis lurus.
Ada kalanya berbelok dan berliku.
Tapi sadarkah kita bahwa proses itulah yang akan membuat hidup kita jauh lebih menarik jika kita menikmatinya.
Sulit?
Rumit?
Iya memang. Tapi ketika kita mampu untuk melukiskannya dengan baik, membentuknya dengan struktur terbaik dalam langkah kita, saya yakin kita tidak akan kalah dengan keadaan.
Pilihannya hanya ada 2 :
Menyerah dan kalah
atau
Berjuang dan menang.
Jika hari ini adalah hari terbaik yang kita punya.
Jika hari ini adalah hari kita.
Jika hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuk kita.
Maka marilah kita bermimpi.
Apa yang akan terjadi pada 3 tahun, 5 tahun, ataupun 10 tahun kedepan.
Sebesar apa mimpi yang kita punya.
Seluas apa pencapaian yang ingin kita gapai.
Sejauh apa cita-cita yang ingin kata raih.
Jika setiap orang memilik impian yang berbeda, maka janganlah takut untuk bermimpi.
Bermimpilah yang besar.
Karena jika kita ingin menjadi besar, maka selalu berfikirlah untuk menjadi besar.
Mulai sekarang tetaplah berusaha melakukan yang terbaik.
Tidak peduli seberapa keras ombak itu menghantam kokohnya karangmu.
Tidak peduli seberapa besar badai itu menyambar tingginya tembok yang tlah kau bangun.
Karna yakinlah bahwa kau jauh lebih kuat dari apapun yang melemahkanmu.
Karna yakinlah bahwa pondasi yang kau buat jauh lebih tangguh dari apapun yang menghancurkanmu.
Karena satu hal, Allah tidak akan pernah tidur. Ia akan selalu melihatmu, mendengarkan seluruh ratapanmu, dan meridhoi setiap langkah terbaikmu.
Jadi berjuanglah dengan bahagia.
Bersama sejuta mimpi yang kita bangun.
Bersama binar-binar cahaya yang mampu menerangi keseluruhan langkah kita.
Karena bahagia itu sederhana.
Dan sangat sederhana ketika kita mau bersyukur.
Langganan:
Postingan (Atom)
