Minggu, 17 Januari 2016

KUNAMAI DIA, BINTANG

Hai senja, apa kabar dengan masa lalu?
Apakah baik-baik saja disana?

Hai senja, kemarin aku melihat langit mendung sebelum menyambutmu.
Apakah sama dengan perasaanmu?

Hai senja, aku masih baik-baik saja disini.
Dan pelangiku masih tetap sama.

Senja, kali ini aku ingin menyapamu dengan senyum.
Keajaiban warnamu mungkin dicintai oleh kebanyakan orang, namun bagiku tetaplah pelangi yang selalu kurindukan.

Senja, aku masih ingat ketika kau menyapaku dengan spontan.
Aku masih ingat ketika kau melarutkanku dalam jalan hidup yang pernah tak ingin kubagi dengan yang lainnya.
Aku masih ingat ketika kau memudarkan titik fokusku kepadanya dan mengalihkannya untuk berfokus ke kamu.
Aku masih ingat ketika kau..... seperti tak ada habisnya ketika mengingatmu.

Senja, terkadang senyumanmu tak pernah bisa menjauh dari benakku.
Senja, terkadang tatapan haruku tak pernah bisa meninggalkanmu.
Senja, jika memang kini aku sedang merindukanmu.
Aku harap kau tetap terjaga disana.
Walaupun waktumu sangatlah singkat, tetapi kamu mampu menghipnotis banyak orang dalam hal perubahan yang baik.

Senja, mungkin kau hanya sebatas serpihan masa lalu yang tak dapat kuperpanjang masa berlakunya.
Begitupun juga denganku yang tak dapat kau gapai.
Dunia kita berbeda.

Kini sudah bukan waktunya lagi kita bertanya dalam syahdunya doa kepada Tuhan.
Kini hanya satu bintang yang dapat mengenang tentang kita.
Mungkin kamu merindukanku, dan mungkin juga aku yang merasakan hal yang sama.
Saat ini, apakah kau baik-baik saja disana?

Waktumu telah habis, dengan meninggalkan sejuta kenangan yang tak pernah habis untuk diceritakan.
Aku telah menguburmu dalam angan.
Namun terkadang aku menggalimu lagi dalam setiap pikiranku.
Aku terjebak dalam masa laluku, tetapi takkan pernah kudalami.
Kisah kita bukan seperti bintang yang tidak pernah meninggalkan bulan.
Kisah kita bukan seperti romeo dan julliet yang selalu berbekaskan keromantisan.
Kisah kita mungkin seperti malam dan siang yang hanya berbataskan senja.
Dan aku menikmati detik-detik pertemuan kita.
Sekejap, tapi menancap.

Sekarang, akan kugantikan namamu menjadi satu bintang yang terang.
Teruslah bersinar tanpa pernah padam.
Sementara aku, akan kulanjutkan hidupku.
Akan kuwujudkan semua impianku yang pernah kubagi denganmu.
Jangan khawatir, pelangi sudah berada tepat disisiku.
Dan dia pasti akan menjagaku selayaknya kamu dulu.

Bintang.. akan kutemani kau dalam setiap rentetan doaku pada Tuhan.
Akan ku-ukirkan setiap aku dan kamu menjadi suatu wadah di dalam kenangan.
Terimakasih untuk setiap kamu yang sempat menjadi sempurnaku di masa lalu.
Terimakasih untuk semua kita yang tak akan pernah bisa kita ulangi, meskipun hanya sekali.
Kini tidurlah dengan nyenyak dalam pelukan Tuhan.
Semoga bahagia di surga.


untukmu,
MRHL
Malang, 17 Januari 2016.

0 komentar:

Posting Komentar