Rabu, 13 Mei 2015

Labirin

Siapa yang dapat menerka apa yang akan terjadi dalam hidup yang belum pernah kita tempuh? Apakah kita dapat menentukan arahnya? Ataukah kita bisa menjamin bahwa hidup ini akan selalu baik-baik saja?

Mungkin.. kita hanya dapat memprediksi rute yang akan kita lewati, tanpa bisa memastikan rute itu tepat atau tidak. Sebab hidup ini bak labirin yang sangat besar dan rumit. mungkin kita melangkah dengan benar namun ada kalanya kita salah dan harus berputar balik mencari jalan keluar.

Saat ini yang kuketahui aku sedang berada di dalam sebuah labirin. Berjalan dengan lunglai tapi tetap ingin terus berjalan. Aku ingin rute ini segera berakhir. Seringnya kuterseok, terbelenggu, dan patah asa dalam langkahku sendiri. Labirin ini luas dan tanpa cahaya. Bahkan ketika otak dan hati seakan sedang berdebat hebat pun, seperti masih ada seorang malaikat yang berbisik lirih dan terus mengajakku berjalan perlahan.

Bak labirin, aku tau aku tidak sendiri disana, banyak yang mendahuluiku dengan cepat, tapi nampaknya aku mulai menikmati perjalananku ini. Ya, aku mulai menikmati teka-teki labirin ini. Aku pelajari setiap sudutnya, aku mulai mengatur ulang rute dan garis finishnya, dan aku yakin AKU PASTI BISA! Iya, aku bisa menempuhnya walaupun membutuhkan waktu yang sangat lama.

Labarin ini membuatku lebih berani melakukan banyak hal yang menurutku ajaib. Labirin ini membuatku mencintai kekuranganku, mengangkatnya tinggi, dan menjadikannya sebuah kekuatan. Labirin ini membuatku hidup tangguh dengan semangat baru. Dan labirin ini yang membuatku bahagia, mempertemukanku dengan mereka orang-orang hebat tak bertopeng yang menggandengku erat dan mengajakku bersama-sama menuju puncak.

Jika memang belum sekarang, aku tidak akan menyesalinya. Karena sungguh, kebahagiaan itu adil, dan keadilan itu kita sendiri yang bisa menciptakannya. Jadi, aku akan memilih untuk terus bahagia😉

0 komentar:

Posting Komentar