Jumat, 28 Maret 2014

Secercah Kata

06 Februari 2013-
"Hidup, yang bisa aku ibaratkan seperti bianglala. ada kalanya dimana kita berada diposisi teratas, paling puncak dan paling tinggi, dengan semua rasa kesenangan yang tak dapat terbendungkan ketika kita disuguhkan dengan indahnya kelap kelip lampu-lampu kota yang nampak seperti bintang yang sangat banyak. Tapi ada kalanya pula kita juga harus siap ketika waktu kita telah habis untuk menikmatinya, ketika kita berada dibawah, walaupun ingin hati tetap berada diatas, tapi sadarlah karna bianglala pasti berputar entah kita dalam keadaan sadar ataupun tidak. Nikmati segalanya tentang hidup. Tidak peduli seberapa kita kuat, seberapa kita pintar, dan seberapa kita siap, namun yang terpenting adalah bagaimana cara kita menikmati segala macam jenis rasa yang akan kita jalani."

11 Mei 2013-
"Berlelahlah engkau dahulu, karena dengan kelelahan itu kelak akan ngebawa engkau menjadi seorang yang berhasil."

01 Juni 2013-
"Untuk seseorang yang sedang memperjuangkanku,
untuk sebuah pondasi yang akan kita bangun bersama nantinya,
dan untuk hati yang sedang berjalan seiringan bersamaku,
dengarkan aku,
aku menyayangimu."

05 Juni 2013-
"Dari sekian banyaknya cerita yang pernah kita lalui bersama, selalu saja mengandung banyak arti dan pelajaran di dalamnya. Dan aku bangga bisa menjadi salah satu bagian dari cerita dalam kehidupmu."

19 Juni 2013-
"Jika ini adalah sebuah kesalahan terbesarku, maka izinkanlah aku untuk memperbaikinya Ya Allah. Engkau mengetahui, perasaan ini bukanlah yang bisa dipaksakan, lantas izinkanlah aku untuk menjaga hatiku dahulu. Aku pernah teramat sakit kemarin, dan aku belum siap untuk merasakan sakit itu kembali. Tolong cegah Tuhan, jangan buat aku semakin larut dalam sayang. Sedikit demi sedikit perasaan ini semakin sulit untuk dikontrol. Tolong ajari aku caranya mengikhlaskan, biarkan hati ini mengalir dengan cara yang baik, tanpa disakiti dan menyakiti siapapun."

13 September 2013-
"Kamu itu menyebalkan, bahkan ketika aku begitu sangat merindukanm, dan kamu tidak datang untuk menemuiku. Kamu itu menyebalkan, bahkan ketika kamu dengan segala keanehanmu itu seperti membunuhku secara perlahan. Tolong, dalami aku seperti layaknya aku yang selalu ingin mendalamimu. Tolong mengerti aku seperti halnya aku yang selalu berusaha untuk mengerti segala tentang kamu. Berdirilah tegak selayaknya seorang pemimpin, namun pahamilah, disini... di waktu ini... masih juga ada aku yang ingin berdiri tegak disampingmu, dan masih butuh untuk kau tegakkan, walaupun hanya sebatas perlahan."

18 September 2013-
"Tenggelamkan aku disini seketika, disaat langit itu mulai terang dan mekar berbunga.
Terpesona oleh nestapa dukua yang tak diinginkan untuk nampak.
Namun tetap saja dengan liarnya ia mengalir.
Aku. tetap dengan ke'aku'an yang tak kupastikan.
Menembus dilema yang tak kunjung menemukan titik terlancipnya.
Namun tetap saja memuja dengan nafas yang tak pernah berhenti.
Kamu. sadarkah? lagi dan lagi, disini masih ada lilin kecil yang sudah mulai meredup."

25 Oktober 2013-
"Sekarang sudah bukan waktunya lagi mempertanyakan bagaimana caranya untuk mengubah negeri ini, tapi dengan memaksimalkan seluruh kinerja dan kewajiban kita sebagai mahasiswa, saya yakin kita dapat mengubah bangsa ini menjadi lebih berkualitas dimata dunia."

13 Januari 2014-
"Peradaban di masa saat ini dapat mendewasakan kita dengan ranah yang berbeda dari masa lalu. Kau mampu membawaku jauh melewati batas waktu dari yang seharusnya. Sesaat kau lumpuhkan aku dengan perpaduan watak kita yang tak sama, namun seketika itu juga kau yang mampu membopongku, membawaku untuk menatap jauh lebih luas, hingga mimpi yang belum seharusnya aku gambarkan. Titikku disudut jenuhmu, ketika apa yang kau minta belum bisa untuk aku lakukan. Namun titikku tidak seharusnya ada disudut jenuhku. Bukan aku sekeras baja, tetapi karena hati kita yang berbeda. aku hanya seperti halnya lilin yang dapat leleh seketika saat kau nyalakan apinya. Kau nyalakan kau padamkan, kau nyalakan kau padamkan hingga habis jiwa raga ini kau buat. aku terlalu sulit untuk mendeskripsikan dirimu dengan sejuta maksud yang belum tentu memiliki arti yang sama. Bias ketika aku, namun tidak dapat kau lakukan juga."

24 Maret 2014-
"Jika hanya dengan mendengarkan saja cukup, kenapa harus dipaksa untuk berbicara? Isyarat yang mungkin hanya bisa dirasakan, namun itu sudah lebih dari cukup. Firasat ini tanpa pilihan. Dan senja ini tidak akan pernah berakhir ketika kau hanya terus berbisik tanpa ingin mengubahnya menjadi malam. Bintang tidak pernah tidur, ia hanya bersembunyi sementara dibalik terangnya matahari. Ia mengetahui, namun hanya berpura-pura seolah tidak mengerti apa-apa. Diam, dan hanya belajar menerima."

25 Maret 2014-
"Dua bintang. Senja dan terang. Segaris dan sejajar. Entah ditakdir mana kita akan bertemu. Biarkanlah puncak senja kita yang akan menentukan. Berlabuhlah jika ingin menetap, namun dermaga ini bukanlah sebuah persinggahan."

0 komentar:

Posting Komentar