Ketika kita bercerita, maka disanalah terungkap angan yang tak terbaca.
Ketika kita bercerita, maka disanalah terungkap kisah yang tak berlogika.
Ketika Kita bercerita, maka tepat disanalah kita melewati segalanya.
Kamu... adalah lirik yang selalu aku lantunkan.
Kamu... adalah keras dan lembut yang selalu aku rasakan.
Kamu... adalah sosok dalam keseluruhan.
Manis dan pahit..
dimana ada langkah untuk selalu kita lewati.
Kepercayaan dan perjuangan.
dimana selalu ada proses untuk mendewasakan.
Kuat dan bertahan.
dimana selalu ada kisah dalam masa yang menantang untuk terus dijalankan.
Kejujuran dan kasih sayang.
dimana selalu ada mulut yang berbicaya dengan benar dan sosok yang selalu siap untuk menenangkan.
Dan kita, hadir untuk semua tangis, senyum,dan tawa kebersamaan.
Dan kita, hadir untuk sebuah kesiapan, kematangan, dan keseriusan.
Dan kita, hadir untuk sebuah kebahagiaan.
Dan kita, untuk yang terakhir terucapkan.
kita.... dan dengan kesegala cerita di masa depan.
Jumat, 13 Desember 2013
Jumat, 30 Agustus 2013
Posts by : Admin
Senja Jingga Kita Diakhir Perunjungan...
Ini adalah kisah dimana masa jingga telah menjelma cantik dibalik bebiruan.
Ketika yang terlampau sosok gelap kelam namun tak pernah teringinkan.
Yang selalu membiaskan ambigu diantara setiap alasan namun tak pernah tersampaikan.
Yang menimbulkan sayat namun tak pernah terlihat.
Yang menganugrahkan sebuah ulasan yang tak perlu untuk dibalaskan.
Apakah harus terlarut oleh angin?
Bahkan dengan mengabaikannya pun tetap masih di dalam satu ruang yang sama.
Sedangkan di angkasa lain masih ada seceruput asa yang ingin membawa kita terbang jauh dan tak terbatas.
Di samudra yang tak berlapis, atau di langit bertingkat yang tak terpancar.
Dengan sebuah mekar yang tak memiliki kuncup.
Hanya membutuhkan ujung terkecil dan manis untuk melingkupiku dengan hangatnya.
Dengan diagnosa yang tak pernah disadari.
Dengan simulasi drama dari Yang Maha Canggih.
Lalu menebarkan irama perpaduannya dengan ritme yang tak pernah datar.
Namun menghadirkan sejuta ramuan sukma yang tak pernah enggan untuk dipesonakan.
Mawar mekar dan layu tak sesuai dengan musimnya.
Dengan peradaban yang nampaknya bersikukan namun tetap berotasi.
Inilah tentang sebuah memori yang mengabdikan masa ditengah zona waktu yang terlarang.
Kuhempaskan keseluruhan tinggi lirikku.
Lantas kuhaturkan tentang candunya nafasku untuk tetap beriring dan searah dengan nadinya.
Dengan sebuah sadah yang tak pernah terangankan.
Namun tetaplah terindahkan.
Dibalik senjaku,
Yang terarahkan menuju jinggamu.
Dan dengan puncak kita diakhir perujungan.
Mbel.
Ketika yang terlampau sosok gelap kelam namun tak pernah teringinkan.
Yang selalu membiaskan ambigu diantara setiap alasan namun tak pernah tersampaikan.
Yang menimbulkan sayat namun tak pernah terlihat.
Yang menganugrahkan sebuah ulasan yang tak perlu untuk dibalaskan.
Apakah harus terlarut oleh angin?
Bahkan dengan mengabaikannya pun tetap masih di dalam satu ruang yang sama.
Sedangkan di angkasa lain masih ada seceruput asa yang ingin membawa kita terbang jauh dan tak terbatas.
Di samudra yang tak berlapis, atau di langit bertingkat yang tak terpancar.
Dengan sebuah mekar yang tak memiliki kuncup.
Hanya membutuhkan ujung terkecil dan manis untuk melingkupiku dengan hangatnya.
Dengan diagnosa yang tak pernah disadari.
Dengan simulasi drama dari Yang Maha Canggih.
Lalu menebarkan irama perpaduannya dengan ritme yang tak pernah datar.
Namun menghadirkan sejuta ramuan sukma yang tak pernah enggan untuk dipesonakan.
Mawar mekar dan layu tak sesuai dengan musimnya.
Dengan peradaban yang nampaknya bersikukan namun tetap berotasi.
Inilah tentang sebuah memori yang mengabdikan masa ditengah zona waktu yang terlarang.
Kuhempaskan keseluruhan tinggi lirikku.
Lantas kuhaturkan tentang candunya nafasku untuk tetap beriring dan searah dengan nadinya.
Dengan sebuah sadah yang tak pernah terangankan.
Namun tetaplah terindahkan.
Dibalik senjaku,
Yang terarahkan menuju jinggamu.
Dan dengan puncak kita diakhir perujungan.
Mbel.
Selasa, 30 Juli 2013
Posts by : Admin
Lantas mengapa kau buat aku jatuh cinta?
Ditengah gemelut duka yang bergelayut mesra di sukmaku, menyelimuti lara hati yang belum kering di hari kemarin. Lalu kau datang dengan cerita lama namun dengan suasana yang berbeda. Kau biaskan cahaya manismu, mencoba menjelma menjadi layaknya seorang malaikat tanpa dosa yang hendak ingin segera menyelamatkanku dari guratan duka. Kau coba membuka kembali senyumanku, dan lalu kau taburkan lagi rasa yang sepertinya tak hendak kubuka kembali kala itu. Lantas mengapa kau buat aku jatuh cinta?
Tak kupahami mengapa segalanya terjadi dengan begitu cepatnya. Tanpa ku tau arti dan semua alasanmu. Kau sapa aku dengan lembutmu. Kau temani aku dengan sosokmu. Kau hindarkan aku untuk tak mendekat kepadamu. Kau sentuh aku dengan semua cara termanismu. Kau hadirkan kembali tawa dan senyumku akan suatu rasa. Kau menguasai seluruh otakku untuk kau penuhi seorang diri. Kau tanamkan kembali kecemasan dan kecemburuanku. Kau Kau Kau... untuk sepersekian detik aku seperti tak dapat berucap apapun. untuk sepersekian detik aku tak dapat berpikir tentang apapun, kecuali tentang kamu. Entah apakah tujuanmu, Lantas mengapa kau buat aku jatuh cinta?
Acap kali bibir ini bertanya, "apa alasanmu dengan semua ini?" dan kau hanya menjawab singkat "tak bisa kukatakan sekarang". Kau pesonakan dirimu menjadi begitu luar biasa dimataku, kau pancarkan mulia dan tulusmu dihatiku, kau berikan aku sesuatu yang tak pernah kukehendaki sebelumnya, kau jebloskan aku ke dalam dunia dan pengharapanmu, kau loloskan jerat ikhlas dari leluhurku, dan karenamu semua yang tak biasa menjadi biasa. Kau buat aku bertanya dengan hampir setiap kali renunganku, namun tak berusaha kau hampiri aku dengan kelegaan. Lantas mengapa kau buat aku jatuh cinta?
Dengan segala upayaku. Kucoba hindari hati setiap kalinya bertemu denganmu. Kucoba untuk tidak menatap kedua matamu. Kucoba berusaha menetralkan perasaanku. Kucoba mengontrol semua emosiku yang berkenaan denganmu. Kucegah.. Kuhindari.. Kutahan untuk tak menguasai rasa, rasa yang aku tau terlarang untuk tetap diteruskan. Lantas mengapa kau buat aku jatuh cinta?
Tak pernah kusesali segala pertemuan kau dan aku. Hanya saja selayaknya barang telah usang yang terus dianggapkan menjadi layak. Kau dan aku, entah dimana takdir kita bertemu. Sadah kita terlalu jauh. Dan bukannya tak kusesali, namun yang telah berlalu bukankah memang tak bisa untuk diputarbalikkan kembali? Lantas mengapa kau buat aku jatuh cinta?
Tak kupahami namun tetap kujalani, dirimu seakan nyata, namun terlalu sulit untuk menjadi deskripsiku. Kau bawa aku ke puncak angan, namun disana jualah kau hempaskan aku seketika. Tetap kupercaya, setelah senja pastilah selalu ada fajar. Dan terakhir kubertanya, Lantas mengapa kau buat aku jatuh cinta?
dr. mbel.
Tak kupahami mengapa segalanya terjadi dengan begitu cepatnya. Tanpa ku tau arti dan semua alasanmu. Kau sapa aku dengan lembutmu. Kau temani aku dengan sosokmu. Kau hindarkan aku untuk tak mendekat kepadamu. Kau sentuh aku dengan semua cara termanismu. Kau hadirkan kembali tawa dan senyumku akan suatu rasa. Kau menguasai seluruh otakku untuk kau penuhi seorang diri. Kau tanamkan kembali kecemasan dan kecemburuanku. Kau Kau Kau... untuk sepersekian detik aku seperti tak dapat berucap apapun. untuk sepersekian detik aku tak dapat berpikir tentang apapun, kecuali tentang kamu. Entah apakah tujuanmu, Lantas mengapa kau buat aku jatuh cinta?
Acap kali bibir ini bertanya, "apa alasanmu dengan semua ini?" dan kau hanya menjawab singkat "tak bisa kukatakan sekarang". Kau pesonakan dirimu menjadi begitu luar biasa dimataku, kau pancarkan mulia dan tulusmu dihatiku, kau berikan aku sesuatu yang tak pernah kukehendaki sebelumnya, kau jebloskan aku ke dalam dunia dan pengharapanmu, kau loloskan jerat ikhlas dari leluhurku, dan karenamu semua yang tak biasa menjadi biasa. Kau buat aku bertanya dengan hampir setiap kali renunganku, namun tak berusaha kau hampiri aku dengan kelegaan. Lantas mengapa kau buat aku jatuh cinta?
Dengan segala upayaku. Kucoba hindari hati setiap kalinya bertemu denganmu. Kucoba untuk tidak menatap kedua matamu. Kucoba berusaha menetralkan perasaanku. Kucoba mengontrol semua emosiku yang berkenaan denganmu. Kucegah.. Kuhindari.. Kutahan untuk tak menguasai rasa, rasa yang aku tau terlarang untuk tetap diteruskan. Lantas mengapa kau buat aku jatuh cinta?
Tak pernah kusesali segala pertemuan kau dan aku. Hanya saja selayaknya barang telah usang yang terus dianggapkan menjadi layak. Kau dan aku, entah dimana takdir kita bertemu. Sadah kita terlalu jauh. Dan bukannya tak kusesali, namun yang telah berlalu bukankah memang tak bisa untuk diputarbalikkan kembali? Lantas mengapa kau buat aku jatuh cinta?
Tak kupahami namun tetap kujalani, dirimu seakan nyata, namun terlalu sulit untuk menjadi deskripsiku. Kau bawa aku ke puncak angan, namun disana jualah kau hempaskan aku seketika. Tetap kupercaya, setelah senja pastilah selalu ada fajar. Dan terakhir kubertanya, Lantas mengapa kau buat aku jatuh cinta?
dr. mbel.
Rabu, 01 Mei 2013
Posts by : Admin
Ketika Sahabatmu Lalai Sejenak..
Ketika sahabatmu mulai mengacuhkanmu,
atau ketika ia sedang sibuk mengurusi urusannya sendiri,
atau ketika ia telah menemukan dunia barunya yang membuatnya lupa kepadamu,
maka tetaplah berusaha menjadi 'rumah' untuknya.
Karena sejauh apapun ia melangkah, kelak ia pasti ingat untuk kembali padamu.
Dan disaat itu terjadi, maka ia pasti sadar untuk tetap memelukmu,
dan takkan melepaskan genggaman tangannya lagi, karena dia yakin,
kamulah sahabat yang terbaik untuknya.
So just stay and keep calm guy's !
karena semua pasti ada jalan keluarnya :)
atau ketika ia sedang sibuk mengurusi urusannya sendiri,
atau ketika ia telah menemukan dunia barunya yang membuatnya lupa kepadamu,
maka tetaplah berusaha menjadi 'rumah' untuknya.
Karena sejauh apapun ia melangkah, kelak ia pasti ingat untuk kembali padamu.
Dan disaat itu terjadi, maka ia pasti sadar untuk tetap memelukmu,
dan takkan melepaskan genggaman tangannya lagi, karena dia yakin,
kamulah sahabat yang terbaik untuknya.
So just stay and keep calm guy's !
karena semua pasti ada jalan keluarnya :)
Kamis, 07 Februari 2013
Posts by : Admin
Bukan disini.. dan ditempat ini....
Bukan seperti apa kita merangkak, bukan juga seperti apa kita
melangkah.
Bukan seperti apa kita berjalan, dan bukan seperti apa juga kita
berlari.
Bukan karna apa, siapa dan kenapa, bukan juga karna kapan dan
dimana.
Tapi.. karna bagaimana kita menikmati setiap prosesnya. proses
dimana kita belajar untuk menjadi dewasa bersama, dengan setiap titik tersulit
yang kita alami, dan kemudian bangkit untuk beranjak bersama.
Bagaimana dengan cara kamu memperlakukan aku, itu adalah hal
paling luar biasa yang pernah aku alami untuk hatiku. yah, dengan bagaimana
cara kamu memperlakukanku..
Awalnya mungkin aku yang terlalu sombong, terlalu yakin untuk
mengatakan kalau kamu bukanlah yang hatiku cari. semua yang ada di kamu adalah
semua yang nggak aku suka. dan hal paling mustahil yang dulu aku pikirkan adalah
mencintaimu.
Jujur, belum pernah kutemui sebelumnya. yah seseorang yang seperti
kamu. seperti malaikat kecil yang Tuhan kirimkan untuk menggantikan sosok 'kotaku' sementara dikota perantauanku ini. kamu luar biasa, dan dengan bagaimana
cara kamu memperlakukanku, aku jatuh cinta.. di tanggal 7 Maret 2012, dan
tepat diatas bianglalaa. disitulah, aku mulai bergetar ketika menatap matamu.
Dengan segala perhatian dan sabarmu, dengan segala pengorbanan dan
kuatmu, dengan segala waktu dan tenagamu, dengan segala nasehat dan motivasimu,
dengan segala tawa dan tangismu, dengan segala bohong dan jujurmu, dengan segala galak dan manjamu, dengan
segala jaim dan gengsimu, dengan segala keras kepala dan tertutupmu, dan dengan
segala baik burukmu itu aku jatuh cinta, bahkan seketika aku lupa hal paling
mustahil yang pernah kupikirkan, dulu..Kamu kamu kamu adalah sosok yang selalu aku impikan. kamu bisa saja memarahiku ketika aku bandel, kamu juga bisa jadi galak ketika aku susah makan dan nggak mau tidur, sama seperti papa. kamu juga bisa merawat aku seperti bunda ketika aku sakit. dan kamu juga bisa jail dan manja seperti 2 adek bandelku dirumah. kamu.. terimakasih karna telah mewujudkan mimpiku ke bukit bintang dengan segala perjuangan itu. dan lagi-lagi dengan bagaimana cara kamu memperlakukanku, aku jatuh cinta..
Mungkin aku ini seperti tulang rusuk yang tak berbadan, tapi terimakasih untuk semua hal termanis dan hal yang paling menyakitkan yang pernah kamu lakukan. bukan dengan alasan aku menyayangimu, dan bukan tanpa sebab aku jatuh cinta ke kamu. kamu luar biasa! terimakasih telah membuatku menjadi sekuat dan setegar ini sekarang. aku belajar banyak dari semua sikapmu, termasuk tentang pengorbanan dan ketulusan yang harus diperjuangkan, sampai dengan bagaimana menjadi seorang yang mengikhlaskan.
Terimakasih untuk semua senyum, tawa, tangis, deg-degkan, dan semua rasa yang pernah kamu kasih buat aku. sama sekali nggak ada alasan untuk tidak bersyukur atas hidupku ini. sekali lagi, terimakasih telah membuatku menjadi sekuat ini. dan maaf untuk semua kesalahan yang pernah aku lakukan ke kamu, apapun itu baik burukku.
Sekarang, jadilah kamu seperti apa adanya kamu, dan aku juga seperti apa adanya aku. sama seperti yang kamu bilang, "kita memang punya jalan hidup masing-masing".
Aku sayang kamu, dan memang nggak bisa dipaksakan. walaupun aku belum bisa melepaskan, tapi aku harus bisa! walaupun sulit, tapi aku harus mampu! mungkin memang bukan waktu untuk kita sekarang, disini, dan ditempat ini. walau mungkin duniamu dan duniaku itu seperti berjalan bersamaan, tetapi tidak untuk satu pijakan yang sama.
Kamuu.. berjalanlah selaras dengan waktu, sama seperti bianglala yang berjalan sesuai dengan alurnya. kamu hebat, dengan semua yang kamu punya. dan akupun juga demikian J
semoga ini adalah air mata terakhirku untuk kamu disisa terakhir perasaanku, mr. terimakasih :')
gzbygub 2fb13, 01:37
gbdarl :")
Selasa, 25 September 2012
Posts by : Admin
Bahagia itu Sederhanaa
Proses.. yaa hidup itu seperti sebuah proses.. Seperti layaknya kita mengambil sebuah kertas kosong ketika ingin menggambar, ya seperti itulah ketika kita dilahirkan di dunia. Masih putih, bersih, dan polos. Ketika kita memulai untuk mengambil garis tepi di pinggiran kertas, ya seperti itulah ketika pertama kali kita diusap, menangis dipangkuan, berusaha memanggil "papaa", "bundaa" atau disaat dimana kita mulai merangkak dan mulai untuk berjalan. Angka tiga, ya disitulah ketika kita pertama kali memulai untuk menggambar, memulai untuk menarik suatu garis baru, yang membentuk sebuah segi segi yang tak beraturan, bahkan mungkin berantakan.
Terlintas dibenak saat itu tepat setelahnya, ya pemandangan. gak jauh dengan lengkungan dua setengah lingkaran yang ditarik dari kiri ke kanan dan diperpadukan dengan garis lurus dibawahnya, bentukan huruf "V" dipojokan kiri hingga ke tengah, sebuah jajargenjang berdiri 90 derajat ke atas, dan dilengkapi dengan perpaduan antara segitiga, persegi, dan persegi panjang dipojokan kanan. Ya, disitulah sebuah proses, dimana disetiap kepala biasanya masih sama, memprioritaskan sedikit warna, mungkin hijau, biru, dan atau coklat.
Sedikit lagi mendaki ke atas, tarikan garis yang awalnya lurus, melengkung sedikit, kini mulai merubah pola menjadi sebuah bentuk, entah pot, entah bunga, atau apalah. Dimana warna yang kita pakai semakin beragam. merah, kuning, atau yellow. Sepertinya, disaat itulah teliti kita akan sedikit dimainkan. Ya proses itu akan semakin dekat dengan "liku".
Selanjutnya wajah, ya mungkin diproses ini, gambar itulah yang akan kita buat. Dengan konsentrasi yang nampaknya cukup menguras lajurnya logika. Semakin berliku? iya memang. Ditambah lagi ketika kita harus membuat mata, hidung, mulut, dagu, yang semuanya harus diharmonisasikan semaksimal mungkin untuk mendapatkan perpaduan terbaiknya. Ya disinilah kita mencari, mencari suatu hal yang mungkin lebih familiarnya kita sebut "jati diri". ya mungkin.. ya memang baru mungkin.
Yang aku pahami adalah, hidup itu tidak semudah seperti saat kita membuat garis lurus. Terkadang 'berliku' itu asik, dan bakal ngebuat hidup kita semakin menarik. Sulit, rumit, iya memang. tapi ketika kita mampu untuk membentuk struktur terbaik dalam langkah kita, aku yakin kita gak bakal kalah sama keadaan. pahami, hidup ini keras bung ! Ketika kita mengalah sama keadaan, maka dunia akan semakin menindasmu. Dan sebaliknya, ketika kita mampu melawan, maka dunia akan semakin menantangmu. So, pilihan memang ada ditanganmu, pilih menyerah dan kalah atau berjuang dan menang?
Mungkin melakukan memang tak segampang ketika kita berbicara, tapi sarannya cuma satu, nikmati semuanya apapun yang terjadi dihidupmu! Naik turun itu wajar, tapi berusahalah menemukan mana "lika-liku" terbaik yang menyempurnakan "wajah" yang kita gambar.
Kuncinya satu, tetap berusahalah melakukan yang terbaik, tidak peduli seberapa keras ombak itu menghantammu, dan mengganggu kokohnya karangmu. Karna yakinlah, kamu lebih kuat dari apapun yang menghancurkanmu. Karna satu hal, Allah tidak pernah tidur, dan Dia akan selalu Melihatmu, Mendengarmu ratapanmu, dan Meridhoi positifmu. Mereka tidak mengerti kamu melebihi diri kamu sendiri. Jadi berbahagialah dengan caramu sendiri, bersama binar-binar yang mampu menerangi langkahmu. yaa karna.. bahagia itu sederhana.
Terlintas dibenak saat itu tepat setelahnya, ya pemandangan. gak jauh dengan lengkungan dua setengah lingkaran yang ditarik dari kiri ke kanan dan diperpadukan dengan garis lurus dibawahnya, bentukan huruf "V" dipojokan kiri hingga ke tengah, sebuah jajargenjang berdiri 90 derajat ke atas, dan dilengkapi dengan perpaduan antara segitiga, persegi, dan persegi panjang dipojokan kanan. Ya, disitulah sebuah proses, dimana disetiap kepala biasanya masih sama, memprioritaskan sedikit warna, mungkin hijau, biru, dan atau coklat.
Sedikit lagi mendaki ke atas, tarikan garis yang awalnya lurus, melengkung sedikit, kini mulai merubah pola menjadi sebuah bentuk, entah pot, entah bunga, atau apalah. Dimana warna yang kita pakai semakin beragam. merah, kuning, atau yellow. Sepertinya, disaat itulah teliti kita akan sedikit dimainkan. Ya proses itu akan semakin dekat dengan "liku".
Selanjutnya wajah, ya mungkin diproses ini, gambar itulah yang akan kita buat. Dengan konsentrasi yang nampaknya cukup menguras lajurnya logika. Semakin berliku? iya memang. Ditambah lagi ketika kita harus membuat mata, hidung, mulut, dagu, yang semuanya harus diharmonisasikan semaksimal mungkin untuk mendapatkan perpaduan terbaiknya. Ya disinilah kita mencari, mencari suatu hal yang mungkin lebih familiarnya kita sebut "jati diri". ya mungkin.. ya memang baru mungkin.
Yang aku pahami adalah, hidup itu tidak semudah seperti saat kita membuat garis lurus. Terkadang 'berliku' itu asik, dan bakal ngebuat hidup kita semakin menarik. Sulit, rumit, iya memang. tapi ketika kita mampu untuk membentuk struktur terbaik dalam langkah kita, aku yakin kita gak bakal kalah sama keadaan. pahami, hidup ini keras bung ! Ketika kita mengalah sama keadaan, maka dunia akan semakin menindasmu. Dan sebaliknya, ketika kita mampu melawan, maka dunia akan semakin menantangmu. So, pilihan memang ada ditanganmu, pilih menyerah dan kalah atau berjuang dan menang?
Mungkin melakukan memang tak segampang ketika kita berbicara, tapi sarannya cuma satu, nikmati semuanya apapun yang terjadi dihidupmu! Naik turun itu wajar, tapi berusahalah menemukan mana "lika-liku" terbaik yang menyempurnakan "wajah" yang kita gambar.
Kuncinya satu, tetap berusahalah melakukan yang terbaik, tidak peduli seberapa keras ombak itu menghantammu, dan mengganggu kokohnya karangmu. Karna yakinlah, kamu lebih kuat dari apapun yang menghancurkanmu. Karna satu hal, Allah tidak pernah tidur, dan Dia akan selalu Melihatmu, Mendengarmu ratapanmu, dan Meridhoi positifmu. Mereka tidak mengerti kamu melebihi diri kamu sendiri. Jadi berbahagialah dengan caramu sendiri, bersama binar-binar yang mampu menerangi langkahmu. yaa karna.. bahagia itu sederhana.
-gyotrtyn myall-
Jumat, 21 September 2012
Posts by : Admin
Bianglala
Rasanyaa aku ingin menghentikan putaran bianglala itu, dimana saat itu kita sedang berjalan beriringan, melangkahkan kaki kita searah, sejajar dengan waktu. Apakah kau lihat? Aku tersudut, menepi dari banyaknya bintang. Hanya satu yang dihadapanku, yang membuat aku terpusat dan terus memfokuskan pandanganku. yaa, itu kamu. Dan mungkin, memang cuma ada kamu.
Kau muncul sebagai anganku, yang selalu ingin untuk ku gapai. Namun, sepertinya para sang dewi angin lebih kencang membawamu terbang, pergi meninggalkan setumpukan debu yang tak mampu tertiup oleh sembulan nafas dari bibirku. Nafas ini terlalu berat untuk membiarkannya menghilang, turut pergi bersamamu.
Ingin rasanya aku mengikatmu, memborgolmu dengan rantai baja yang tak mungkin terlepaskan. namun.. kau begitu jauh, begitu tinggi, dan begitu lepas. Sekuat dan sekeras apapun aku mencoba menggapai sayapmu, ragamu tetap saja meninggalkanku.
Aku coba menelusuri rangkaian kisahmu, mencoba setia menjadi bayanganmu. tetapi, langkahmu terlalu cepat untuk ku ikuti. Ingin aku menyerah, tersandung oleh jejarum tajammu. Tertusuk lunglai dan berbadai. yaa.. hujan itu begitu deras menghampiri laraku. Jejakmu begitu dalam untuk kutinggalkan. Kau begitu padat, hingga tak menyisakan ruang sedikitpun untuk lengah meninggalkanmu.
Nampaknya aku seperti tulang rusuk yang tak berbadan, mencari-cari kemana tubuhku pergi. yaa.. Andai aku memang bisa, aku benar-benar ingin menghentikan bianglala itu.. Tepat disaat kau menggegam tanganku, dan berjanji "aku akan tetap disini, jangan takut."
Mimpi termanisku saat ini adalah.. kau membawaku kembali ke puncak itu, dan kembali menggenggamku. Cuma itu (mungkin) yang bisa mengembalikan senyumku kali ini. tentang kita, tentang cinta, dan aku sangat sangat merindukanmu mon.. di bianglalaa itu.. MR.
Langganan:
Postingan (Atom)



